Artikel/Berita

image Download | image Print | image Email

Kista Epidermoid

Ditulis Oleh: kapten

Kista epidermoid merupakan kista kutaneus yang paling sering dijumpai. Dapat terjadi dimana saja di seluruh tubuh, paling sering pada wajah, scalp, leher dan tubuh.

Penyebab

Kista epidermoid  terbentuk oleh beberapa mekanisme. Kista ini dapat berasal dari sekuestrasi sisa epidermal selama kehidupan embrional, oklusi unit pilosebaseus atau implantasi traumatic atau surgical dari elemen epitel. Infeksi  HPV , paparan ultraviolet , dan oklusi kelenjar eccrine dapat menjadi faktor tambahan dalam perkembangan kista epidermoid palmoplantar. HPV juga telah ditemukan pada kista epidermoid nonpalmoplantar.
Kista epidermoid kongenital berasal dari sekuestrasi atau terjebaknya sisa epidermal sepanjang embryonic fusion planes selama perkembangan.
Pada pasien yang lebih tua, kerusakan akibat sinar matahari yang terakumulasia dapat merusak unit pilosebaseus, menyebabkan abnormalitas seperti sumbatan komedonal dan hiperkornifikasi, yang keduanya dapat menyebabkan pembentukan kista. Kondisi ini disebut sebagai Favre-Roucouchout syndrome

Patofisiologi

Kista epidermoid berasal dari proliferasi sel epidermal dalam dermis. Analisis pola lemaknya memperlihatkan kesamaan dengan epidermis. Kista epidermoid juga mengeluarkan sitokeratin 1 dan 10 dari lapisan suprabasiler epidermis. Inflamasi diperantarai sebagian oleh material dari isi kista epidermoid.

Klinis

Kista epidermoid muncul sebagai nodul padat, bulat dengan ukuran bervariasi. Punctum sentral dapat terlihat sebagai titik kehitaman. Kista ini biasanya terletak di garis tengah dari badan.

IMG_0253.JPG
Kista epidermoid besar dengan punctum prominen pada pundak

Terapi

Kista epidermoid dapat diangkat dengan eksisi atau insisi simple dengan pengangkatan kista dan dinding kista
Insisi dan drainase dapat dilakukan pada kista terinfeksi. Hal ini dapat membersihkan infeksi tetapi tidak menghilangkan kista.

Teknik Operasi

  1. Lakukan tindakan a dan antiseptic
  2. Tutup daerah operasi dengan duk bolong
  3. Gambar insisi secara elips, supaya bag
  4. Lakukan anestesi infiltrasi
  5. Lakukan insisi  elips
  6. Lakukan diseksi tajam dengan pisau atau gunting, mengitari masa, hati-hati kapsul pecah.
  7. Rawat perdarahan
  8. Cuci dengan NaCl 0,9 %
  9. Jika kulit berlebih, buang dengan menggunting.
  10. Lakukan jahitan subkutis  dengan chromic cat gut 4-0 atau PDS 4-0
  11. Jahitan kutis dengan nilon 4-0  atau 5-0
  12. Balut.

dermoid.jpg
Identifikasi masa, gambar pola insisi,
Bagian kulit yang ada punctanya harus terabil dalam
insisi elips.

 

diseksi.jpg
Diseksi tajam seperti halnya pada kista atherom.
Bila perlu insisi dapat diperpanjang.

 

 

Diposkan Senin - 14-01-2013, Artikel

Informasi Terbaru

Berita Terbaru