Artikel/Berita

image Download | image Print | image Email

Instrumen Handling

Ditulis Oleh: kapten

Memegang instrumen dengan baik dan benar akan memudahkan nanuver-manuver yang dilakukan dan menghindari kerusakan jaringan dan material jahitan.

 

Pinset

Pinset sebaiknya dipegang tangan kiri. Prinsipnya seperti memegang sumpit, pinset dianggap sebagai perpanjangan jari telunjuk dan ibu jari.

Selama melakukan pembedahan sebaiknya pinset tidak dilepas dan kemudian diambil kembali tetapi biasakanlah”menyimpan” pinset di tangan kiri dengan menjepitnya dengan menggunakan jari manis dan kelingking, sehingga ibu jari telunjuk dan jari tengah bebas bekerja (lihat gambar).

Pinset-pegang benar
Memegang pinset untuk digunakan

6a
Memegang pinset jika tidak digunakan

Pisau

Jenis pisau :

  • Pisau yang gagang dan matanya disposable
  • Pisau yang matanya disposable dengan gagang reusable
  • Pisau yang gagang dan matanya merupakan suatu kesatuan dan reusable

Macam mata pisau
Skalpel

  • Dipegang seperti memegang pisau dapur
  • Tekanan jari telunjuk merupakan penentu kedalaman insisi
  • Dua jari (telunjuk dan ibu jari) tangan lainnya dapat dipakai untuk  fiksasi kulit atau counter traction
  • Pisau lebih mengarah ke horizontal, karena bagian yang menyayat adalah perut pisau.

Bistauri

  • Dipegang seperti memegang pena
  • Pisau mengarah ke vertikal karena yang menyayat adalah ujung mata pisau
  • Kelingking tangan yang sama merupakan alat fiksasi


Cara memasang pisau pada handlenya

megang piso2
Cara memegang pisau untuk insisi yang kecil

megang piso
Cara memegang pisau untuk insisi besar/panjang

Klem/Hemostat
Dikenal 2 macam yaitu:

    • Bergigi (Kocher)
    • Tidak bergigi (Pean)
    • Keduanya dapat berbentuk lurus atau bengkok. Diajarkan cara membuka klem dengan tangan kanan dan tangan kiri

Membuka Klem
Apabila mempergunakan hemostat yang bengkok maka ujungnya harus menuju ke permukaan

Kanan

  • Jari tidak boleh masuk lebih dari satu phalanx
  • Gerakan pembuka merupakan gerakan yang berlawanan dari ibu jari dan jari tengah

Kiri

  • Jari tidak dimasukkan ke dalam lubang pegangan
  • Gerakan pembuka merupakan gerakan yang berlawanan dari  ibu jari dan jari manis


Perhatikan, jari tidak sampai masuk lebih dari phalanx distal


Memegang klem dengan tangan kiri

 

Gunting

Memegang gunting jari juga tidak boleh masuk lebih dari satu phalanx.
Pada saat memotong benang dengan memakai gunting kasar, gunting harus dimiringkan sedemikian rupa sehingga dapat terlihat  panjang benang sisa.
Apabila menggunakan gunting yang bengkok, maka posisi harus sedemikian rupa sehingga ujungnya harus tetap terlihat.
Gerakan Gunting untuk Diseksi

  • Gerakan menggunting
  • Gerakan membuka
  • Gerakan mendorong sambil mengunting

4
Perhatikan jari telunjuk sebagai penahan

Jari telunjuk sebagai landasan

Needle Holder
Jarum tidak boleh dipegang dengan  tangan. Benang tidak boleh dijepit dengan instrument, kecuali bagian ujung atau bagian yang aka dibuang
Jarum dipegang pada sepertiga pangkal, kurang lebih 1-2 mm dari ujung needle holder.
Posisi needle holder :
PRONASI              : pada waktu menusuk dan   
                                  mengambil jarum
MID POSITION   : pada waktu pengambilan jarum
  siap pakai
SUPINASI             : tidak dianjurkan dipakai untuk
                                  pengambilan jarum

6b
           Mid posisi

8b

Supinasi

8d
Pronasi

Perhatikan Alur Mekanik Needle Holder, agar saat mengikat benang tidak tersangkut

8g
Perhatikan posisi needle holder memegang jarum pada tiap tahapan jahitan
Needle holder digambarkan sebagai 2 titik pada jarum.

Cauter
Teknik memegangnya sama dengan memegang pensil dengan ibu jari memegang salah satu tombol. Tombol biru untuk koagulasi dan tombol kuning untuk memotong

 

cauter probe
Tombol kuning untuk memotong dan tombul biru, untuk koagulasi

 

 

Diposkan Jumat - 29-03-2013, Artikel

Informasi Terbaru

Berita Terbaru